Cara Membuat Otot Lebih Besar − Beberapa
orang pergi ke gym dengan tujuan berbeda-beda. Beberapa di antaranya
ada yang ingin meningkatkan kebugaran dan demi alasan kesehatan. Namun,
beberapa orang lainnya benar-benar ingin membentuk tubuhnya menjadi
kekar dan berotot besar.
Itulah sebabnya, bagi mereka yang ingin
mempunyai otot massa otot yang mengagumkan selalu melakukan
strategi-strategi yang didasarkan pada latihan yang serius. Biasanya,
pendekatan yang digunakan untuk memperoleh otot yang diinginkan adalah
melakukan latihan dengan menambah berat pada beban, melakukan lebih
banyak latihan, dan melakukan set serta repetisi yang lebih banyak.
Namun, hal itu sebenarnya bukan pendekatan yang cerdas.
Mengambil istirahat dan jeda pada saat
latihan akan lebih baik untuk membangun massa otot Anda. Beberapa
kombinasi set dan repetisi yang sesuai juga akan membangun otot lebih
cepat. Bukan hanya itu, pengelompokan bagian tubuh yang akan di latih
setiap harinya juga merupakan langkah yang cerdas untuk Anda.
Jika memperhitungkan hal tersebut, maka
Anda benar-benar akan lebih cepat dan lebih baik dalam meningkatkan
pertumbuhan massa otot Anda. Jika memang Anda benar-benar serius ingin
menghiasi tubuh Anda dengan otot-otot besar yang menawan, lakukanlah
latihan ini.
Berikut adalah delapan kunci penting untuk membangun massa otot yang lebih besar.
1. Jangan Paksa Melatih Semua Bagian Tubuh dalam Waktu Sehari
Waktu istirahat dan pemulihan. Keduanya
memiliki peran penting untuk mendongkrak volume dan intensitas dari
program latihan Anda. Itulah mengapa Anda harus memperhitungkan dan
membagi jadwal latihan Anda. Bagi pemula mungkin akan mampu melakukan
latihan pada bagian seluruh tubuh dalam sesi pelatihan tunggal. Tetapi,
menambahkan latihan untuk setiap kelompok otot dari semua sudut yang
berbeda akan memperpanjang waktu latihan, dan sulit untuk mempertahankan
energi ketika Anda mulai kelelahan.
Untuk itu, jangan memaksakan untuk
melatih seluruh bagian tubuh Anda. Dengan membuat jadwal latihan yang
tepat merupakan solusi yang cerdas. Ingat, untuk melatih bagian tubuh
yang kecil namun dengan menggunakan beban yang ekstrem akan mengeluarkan
banyak tenaga. Untuk itu, Anda perlu mengambil istirahat yang cukup.
Karena, Jika Anda meningkatkan intensitas dan volume untuk setiap bagian
tubuh, Anda akan memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Sebenarnya,
latihan itu sendiri adalah stimulus untuk memicu pertumbuhan. Sehingga,
tetap yang berperan penting adalah keadaan tubuh Anda sendiri. Untuk
itu, ambillah waktu yang cukup untuk istirahat dan berikan nutrisi yang
baik bagi tubuh Anda.
2. Lakukan Banyak Gerakan Multi-Joint di Awal Latihan
Latihan ini diklasifikasikan sebagai
single-joint (latihan gabungan tunggal) dan multi-joint (gabungan
gerakan saat latihan). Keduanya sangatlah berguna dibandingkan dengan
metode gerakan yang lain. Single-joint adalah latihan yang apabila kita
lakukan akan mempengaruhi satu bagian tubuh saja. Misalnya seperti
bicep, kaki, dan lainnya. Sedangkan multi-joint adalah beberapa gerakan
ketika latihan dan apabila kita melakukannya akan mendapatkan atau
melatih sebagian besar bagian tubuh. Misalnya, seperti posisi squats
(jongkok) dan pull up.
Nah, jika Anda sudah tahu bedanya,
lakukanlah lebih banyak gerakan multi-joint ketika latihan. Hal ini akan
melibatkan beberapa kelompok otot dan lebih dari satu pasang sendi.
Pastikan Anda mengangkat beban jauh lebih berat. Oleh karena itu,
lakukan latihan ini pada awal latihan Anda. Tentunya dengan melakukan
ini di awal latihan, maka tenaga dan energi tubuh Anda masih dalam
keadaan segar.
3. Meningkatkan Volume Latihan
Memilih latihan dengan beban berat dan
melakukannya dengan benar adalah langkah pertama untuk memaksimalkan
pertumbuhan otot. Namun, Anda juga harus melakukan cukup untuk set dan
repetisinya. Penelitian mengungkapkan, dengan mengangkat beban berat
maksimal sesuai dengan kekuatan tubuh, bagi tingkat di atas pemula akan
lebih mudah untuk mendapatkan massa otot yang besar. Namun, hal itu juga
harus diimbangi dengan latihan dengan volume yang cukup tinggi.
Sehingga, dapat memicu terjadinya peningkatan ukuran sel-sel otot atau
yang lebih dikenal dengan hipertrofi otot.
Namun begitu, Anda juga jangan
memaksakan untuk melakukan latihan dengan volume tinggi yang melebihi
batas kekuatan Anda. Volume latihan yang terlalu tinggi justru akan
menjadi kontraproduktif dan membuat berantakkan kemajuan Anda. Pemilik
tubuh adalah Anda sendiri. Jadi, yang bisa memperkirakan hanyalah Anda!
4. Perhitungkan Set dan Repetisi Ketika Latihan
Jumlah ideal repetisi per set untuk
memaksimalkan pertumbuhan otot adalah 8-12. Hal itu bukanlah tanpa
maksud. Dengan rentang 8-12 repetisi sudah terbukti efektif dalam
penelitian ilmiah. Namun, bukan berarti Anda harus terus melakukan
repetisi tersebut dari awal hingga akhir latihan. Perhitungkan pula
kekuatan ketahanan energi Anda. Misalnya dengan menggunakan 12 repetisi
di awal latihan dan 8 repetisi di akhir latihan. Semuanya tergantung
pada kekuatan dan daya tahan energi Anda.
Sebagai rekomendasi, lakukan beberapa
repetisi rendah dengan gerakan latihan multi-joint. Lakukanlah
setidaknya enam repetisi pada beberapa set sebagai awal tubuh untuk
merangsang massa otot dan kekuatan Anda. Anda juga dapat menggunakan
piramida mode, yakni dengan menggunakan beban ringan untuk repetisi yang
lebih banyak, dan beban berat untuk repetisi yang lebih rendah.
5. Melatih Otot dari Berbagai Sudut
Jika Anda telah lama melakukan latihan
dengan berada di gym, maka Anda akan lebih akrab dengan konsep
menggunakan bangku datar, miring, menurun, dengan tujuan untuk menekan
berbagai area di dada Anda. Jika Anda mengenalnya, maka lakukanlah hal
pendekatan tersebut untuk semua bagian tubuh. Selain Anda harus memilih
alat yang akan Anda gunakan, sebelumnya Anda harus memperhitungkan
bagian-bagian tubuh yang akan Anda latih. Misalnya seperti kaki, tangan,
lengan, dan posisi tubuh lainnya. Itulah mengapa sebabnya sangat
penting untuk memukul kelompok otot dari berbagai sudut pada bagian
tubuh Anda.
6. Menyesuaikan Waktu Istirahat Ketika Melakukan Latihan Berat Ekstrem
Sementara Anda mungkin biasanya
istirahat 1-2 menit di antara set, maka perpanjanglah waktu tersebut
jika Anda melakukan latihan dengan beban berat yang membuat tenaga Anda
terkuras. Mengambil waktu istirahat sedikit lebih lama pada set terberat
akan memastikan Anda untuk sepenuhnya pulih. Namun, apabila Anda
memaksakan untuk tetap melakukan latihan walaupun dengan repetisi 6-8,
hal itu justru akan memperbesar tingkat kegagalan Anda. Maka dari itu,
istirahatlah lebih lama dari biasanya untuk memastikan bahwa Anda tidak
lelah. Anda juga dapat menjaga waktu istirahat biasa pada semua set.
7. Boleh Sekali Gagal, Namun Tidak Pada Setiap Set
Terkadang di tengah-tengah latihan, Anda
mungkin pernah mengalami gagal mengangkat beban diakibatkan repetisi
yang terlalu banyak. Mungkin juga bisa diakibatkan karena otot tiba-tiba
menjadi lemas. Untuk itu, penting untuk menggunakan suplemen yang baik
untuk meningkatkan sel-sel otot dan merangsang hormon anabolik . Untuk
itu, jangan memaksakan set yang terlalu banyak, karena kesempatan untuk
gagal pada set tersebut akan lebih tinggi. Lakukanlah pemanasan setiap
kali akan melakukan latihan, hal itu untuk memperkecil kemungkinan
terjadinya keram pada otot.
8. Meminta Bantuan Partner Ketika Latihan
Ketika meningkatkan intensitas latihan
Anda, maka tak ada salahnya untuk memiliki partner selama sesi latihan
Anda. Tidak hanya untuk memastikan keselamatan selama latihan, tetapi
juga untuk membantu Anda bekerja melewati kegagalan. Sejumlah set
tertentu akan lebih sulit ketika kita mengambil beban yang lebih berat.
Beberapa latihan yang lebih baik dilakukan dengan bantuan partner adalah
Forced Reps, Negatif Repetisi, Dropsets.
Berikut adalah latihan yang direkomendasikan berdasarkan setiap poin yang ada di atas.
Dumbbell Flyes
- Berbaringlah di bangku datar dengan halter di setiap sisi tangan Anda.
- Angkat halter hingga berada tepat di atas kepala Anda.
- Turunkan kembali halter dengan posisi tangan sejajar dengan bangku datar.
- Ulangi pada posisi awal.
- Lakukan 2 set, 8 repetisi.
Barbell Incline Bench Press – Medium Grip
- Berbaringlah di bangku sesuai pada gambar.
- Gunakan pegangan menengah pada bar.
- Angkat bar dari rak dan tahan lengan Anda agar terkunci dengan kuat.
- Kembali pada posisi awal.
- Lakukan 1 set, 12 rep
Seated Calf Raise
- Duduklah pada mesin seperti pada gambar.
- Tempatkan jari-jari kaki Anda di tempat yang telah disediakan pada bagian bawah.
- Tempatkan paha lebih rendah di bawah dan dekatkan pada tuas mesin.
- Angkat tuas dengan sedikit mendorong tumit Anda dan lepaskan bar.
- Lakukan 2 set, 12 repetisi.
Bent Over Barbell Row
- Pegang barbel dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
- Sedikit tekuk lutut Anda dan condongkan badan ke arah depan.
- Tekuk pinggan Anda dan posisikan punggung lurus sejajar dengan lantai.
- Lakukan 2 set, 10 repetisi.
Barbell Front Raise
- Ambil beberapa dumbbell dan berdiri dengan tubuh lurus.
- Posisikan dumbbell di depan paha Anda.
- Luruskan lengan dan telapak tangan menghadap ke paha Anda.
- Lalu angkat dumbbell hingga lengan Anda sejajar dengan pundak.
- Kembali lakukan posisi awal dengan 3 set, 8 repetisi.
Preacher Curl
- Posisikan lengan Anda seperti pada gambar.
- Posisi lengan harus lurus, dan siku menyentuh pada preacher bench.
- Angkat bar dan hingga siku menekuk penuh.
- Kembali pada posisi awal.
- Lakukan 2 set, 12 repetisi.
Leg Press
- Gunakan mesin leg press, dan duduk seperti pada gambar.
- Posisikan kaki Anda lurus kuat dengan kaki menyentuh pada dasar mesin.
- Lalu, tekuk kaki Anda hingga paha berada tepat di depan dada.
- Kembalikan pada posisi awal. Lakukan 12 set, 12 repetisi.
Untuk melakukan latihan-latihan
tersebut, Anda perlu melakukan istirahat di setiap set. Bukan hanya itu,
dengan membuat jadwal rutin juga akan memaksimalkan dampak dari latihan
yang selama ini Anda lakukan. Tetap semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar