Tips dan Latihan Peroleh Kekuatan dan Kecepatan − Untuk
meningkatkan massa otot, tentunya Anda harus melatihnya dengan
konsistensi yang kuat. Namun perlu Anda ingat, untuk melakukannya kita
membutuhkan kekuatan sekaligus kecepatan. Bagaimana caranya?
Kekuatan dan kecepatan, keduanya memang
penting. Tapi, kunci nyata untuk memaksimalkannya adalah dengan
menggabungkan keduanya. Terdapat berbagai cara latihan untuk membuat
Anda memperoleh kekuatan sekaligus kecepatan. Berikut ini 7 prinsip
latihan untuk mendapatkan kekuatan dan kecepatan Anda!
Maksimalkan Kekuatan
Dengan mengeluarkan seluruh tenaga
maksimal ketika latihan merupakan tindakan paling nyata untuk memperoleh
kekuatan maksimal. Kita dapat mendefinisikan, bahwa kekuatan maksimal
adalah dimana kondisi tubuh seorang atlet mampu menerapkan jumlah
kekuatan yang dapat diproduksi dalam kontraksi otot tertentu. Hal ini
dapat diperoleh dengan melakukan latihan berat dengan beban di atas 90
persen, maksimal satu repetisi.
Pelatihan untuk meningkatkan kekuatan
biasanya dilakukan dengan beban berat, namun dengan sedikit repetisi.
Berbeda dari pelatihan untuk menambah ukuran otot, yakni dengan beban
berat yang cukup ekstrem dengan repetisi cukup sering. Meskipun Anda
akan mendapatkan beberapa manfaat ukuran dengan kekuatan pelatihan.
Jumlah kekuatan yang dikeluarkan juga dipengaruhi oleh beban saat latihan.
Maksimalkan Kekuatan dengan Angkat Beban :
- Untuk mengeluarkan tenaga maksimal, minimal gunakan beban di atas 90 persen.
- Lakukan secara perlahan.
- Maksimal satu repetisi.
Kekuatan Dinamis
Ini mungkin bisa dijelaskan sebagai
kekuatan kecepatan dalam memindahkan beban berat dengan cepat dan
konsisten. Dinamis mengacu pada kecepatan di mana kekuatan dapat
diproduksi, bukan semata-mata kekuatan itu berdiri sendiri. Beberapa
gerakan olahraga yang memerlukan kecepatan dengan melakukan perpindahan
ke dalam sesuatu yang berat, misalnya seperti Dumbbell Curl.
Kekuatan dinamis terbaik dapat diperoleh
dengan memindahkan beban ekstrem dengan kecepatan maksimum. Ingatlah,
bahwa memaksa tenaga adalah produk dari kekuatan maksimal dan kecepatan.
Perlu Anda ingat, kekuatan maksimal dapat dilatih dengan angkat beban
berat secara perlahan, sedangkan kecepatan dapat dilatih dengan beban
ringan yang bergerak cepat. Itu merupakan perbedaan penting.
Intensitas terbaik latihan untuk ini
adalah program dalam kisaran 40-60 persen, sehingga beban relatif
ringan. Namun, pengulangan rendah tetap harus dilakukan. Biasanya,
repetisi dilakukan dikisaran 2-3 kali. Untuk menambah volume, tambahkan
satu set dari pada menambahkan repetisi (12 set 3, bukan 4 set dari 9).
Pindahkan beban secepat yang Anda bisa.
Latih Kekuatan Dinamis dengan Dumbbell Curl:
- Duduklah pada sebuah preacher bench dengan memegang sebuah dumbbell di kedua tangan.
- Gunakan beban dengan kisaran 40-60 persen.
- Sandarkan lengan pada preacher bench dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas.
- Tekuk lengan Anda sampai batas bahu dengan menggunakan otot bicep.
- Lakukan 2-3 kali repetisi.
Plyometrics
Plyometrics bergantung pada kecepatan
kekuatan. Sebuah prinsip utama yang membedakan mereka dari metode usaha
kekuatan dinamis adalah penekanan pada peregangan untuk memperpendek
siklus pada setiap permulaan repetisi. Hal itu mengibaratkan otot Anda
seperti karet gelang. Sebelum Anda menembakkan karet gelang itu pada
seseorang, pertama Anda harus melakukan peregangan. Itu merupakan
analogi yang sempurna untuk menggambarkan pemanjangan otot ke dalam
gerakan untuk potensi energi yang elastis.
Kekuatan otot akan menghasilkan kekuatan
maksimal tergantung pada kecepatan memperpendek atau melakukan
pemanjangan, dan tidak dapat dipastikan lamanya otot-otot instan sampai
kapan akan bertahan. Semakin cepat transisi dari latihan eksentrik
konsentris terjadi, semakin besar otot yang diproduksi dan Anda akan
mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Melompat, bertepuk tangan
push-up, melempar dan hop adalah semua gerakan plyometric yang efektif
untuk melatih Anda bergerak cepat.
Sebagai rekomendasi untuk atlet, lakukan
1-2 gerakan plyometric segera setelah pemanasan, tentunya sebelum
gerakan atau latihan utama. Ini bukan hanya sekadar pemanasan, tetapi
juga akan meningkatkan reaksi saraf otot dan kemampuan Anda untuk
menghasilkan kekuatan dalam gerakan utama Anda.
Lakukan Plyometrics dengan Depth Jump:
- Lakukan sebelum latihan utama atau setelah pemanasan.
- Melompatlah ke atas sebuah kursi preacher bench dengan posisi badan condong ke belakang.
- Kemudian turun kembali ke posisi semula.
Dead-Stop Training
Sementara jika Anda ingin mengubah arah
secepat mungkin di bagian bawah repetisi, (lihat penjelasan plyometric
di atas), dead-stop training merupakan kebalikannya. Dead-stop training
sepenuhnya berguna untuk menghilangkan energi elastis yang dibuat oleh
refleks peregangan.
Dead-stop training merupakan pelatihan
yang melibatkan dan membiarkan berat menetap di bagian bawah latihan.
Berhenti menghilangkan stretch reflex, yaitu peregangan untuk
memperpendek siklus yang biasanya memungkinkan Anda untuk menggunakan
energi yang tersimpan dan merupakan momentum untuk mentransfer antara
bagian atas dan bawah dari repetisi yang Anda lakukan. Anda dapat
melihat ini dalam gerakan ketika orang memantulkan bar dari dada mereka
selama Bench Press, atau dari lantai selama deadlift.
Dead-Stop Training dengan Bench Press
- Gunakan palang barbel lurus, bukan palang dengan lengkungan
- Tentukan tinggi adjustable safety spotter sesuai jangkauan, jika perlu ajak partner Anda.
- Tarik nafas, lalu tarik bahu ke belakang dan turunkan barbel penuh kendali.
Accommodating Resistance
Ketika Anda biasanya melakukan gerakan
dalam latihan, Anda biasanya sedikit lebih kuat di tengah repetisi. Hal
ini membuat dimensi latihan semakin sedikit. Itulah sebabnya, Anda dapat
menambahkan bands dan rantai ke bar untuk menciptakan kontras.
Resistensi variabel akan membantu memenuhi tujuan Anda.
Bands dan rantai bekerja dengan cara
yang sama. Di bagian bawah gerakan, beban lebih ringan. Bands tidak
berada di bawah dan rantai berada di lantai. Saat Anda
mengangkatnya melalui tahap konsentris, maka mereka akan menekan
sehingga berat badan menjadi lebih berat ke arah atas. Peningkatan berat
badan akan memperkuat lockout Anda dan mengajarkan Anda untuk lebih
cepat. Bands dan rantai dapat digunakan untuk latihan berat dan ringan.
Gunakan 5/8 inch rantai yang dilipat
separuh dan melekat pada rantai 1/4 inch yang digantung di bar.
Normalnya, sebagian orang menggunakan 1-2 rantai. Bands terbagi ke dalam
dua ukuran. Bands pendek ideal untuk bangku dan deadlififts, sementara
bands panjang dapat digunakan untuk apapun. Keduanya bisa digunakan
untuk berbagai resistensi, dari 30 sampai lebih dari 200 pounds.
Bench Press dengan Tambahkan Rantai
- Teknik sama dengan Brench Press
- Pada kedua sisi palang barbel digantungkan rantai
Jaga Stabilitas
Jika Anda lebih stabil, maka kekuatan
yang Anda peroleh akan semakin besar. Ada beberapa gerakan untuk melatih
kestabilan Anda. Seperti pada bola atau pada satu kaki. Anda perlu
menggunakan teknik yang benar untuk teknik tersebut. Karena, teknik itu
membantu Anda untuk lebih kuat. Memindahkan beban berat juga
mengharuskan Anda untuk tetap menjaga kestabilan. Ketidakstabilan dalam
melakukan teknik tertentu akan mengurangi kekuatan yang akan Anda
peroleh. (gie)
Dumbbell Chest Press on Stability Ball
- Ambil posisi awal seperti yang ditunjukkan.
- Turun beban ke arah dada dengan membungkuk di siku.
- Kembali untuk memulai posisi awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar